Showing posts with label Taboo. Show all posts
Showing posts with label Taboo. Show all posts

Friday, January 22, 2010

Prostitusi di Semarang- Central Java

   Wahhh..lama nggak nulis bahasa Indonesia nih,,,kaku,,,(gaya ah,,,hehehehe..)Anyway(gaya bgt ya, bahasanya dicampur2)...lha ini !!! Lokasi dekat dengan tempat tinggal saya. Bahkan, saya bekerja di kota ini, tapi bukannya saya bekerja sebagai "gituan" atau saya suka "gituan" lho ya.. Hanya sedikit hasil mengamati lingkungan saja, mari simak cerita berikut, yang seringkali dianggap tabu dan disangkal keberadaannya. tapi...itulah nyatanya, prostitusi memang bisnis tergampang, enak(mungkin), tanpa modal besar(kayaknya sih..)dan menjanjikan(tergoda??) Yuk lanjut ke bawah,,,( bacanya lho ya,,,,bukan yang lain)
   KETIKA berusia 10 tahun, tujuh tahun lalu, Noni sudah mulai mengenal pria. Saat itu ia disuruh 'turun ke jalan' di Semarang oleh ibu kandungnya, mengikuti jejak kakak perempuannya.Kami diharuskan menyetor sejumlah uang setiap hari," cerita Noni mengenang masa lalunya. Tidak terlalu membekas dalam ingatannya, bagaimana pertama kali ia bergaul dengan pria.

Tuesday, January 12, 2010

Clubbing in Jakarta, Night Life in Jakarta


    Jakarta is indeed a nice city(beside its traffic off course). Whatever we want, we can find it here. Hence, Jakarta is a quite good tourism object. To see further, check here.
   Jakarta, a city where I ever spent a year of my life. It was started from October 2008 until September 2009 when I experienced my first job after graduated from my University. I had heard quite much from the some sources about this city. Friends, mass media, TV they had told me some stories about it before. Well, indeed I didn’t believe all of the stories I heard.
It was close to my last days in Jakarta when I had to believe what I had not believe before. People said there’s a sort of nude show in some night clubs in Jakarta. What made me believe was when a friend invited me to go to one of those clubs. It was Saturday night.

Sunday, January 10, 2010

Prostitusi di Yogyakarta- Central Java

Di Yogyakarta Mereka Disebut 'Ciblek'

CIBLEK. Itu sebutan untuk pelacur ABG di Yogyakarta. Singkatan dari cilikan betah melek.

Rinda, adalah salah satu ciblek yang hampir setiap hari mangkal di sebuah mal kawasan Malioboro. Ia putri seorang dosen sebuah perguruan tinggi terkenal di Yogyakarta.

Gadis manis satu ini minggat dari rumah orang tuanya karena merasa terlalu dikekang. "Di rumah terlalu banyak larangan. Tidak boleh ini, tidak boleh begitu. Rasanya seperti di penjara," katanya.

Karena itu ia memilih untuk tinggal di rumah kos. "Rasanya lebih bebas. Bisa melakukan apa saja. Pokoknya seenak sayalah," ujarnya sambil tertawa lepas.

Saturday, September 5, 2009

Kecil, Muda dan Uang atau Kesenangan?

Malang Jawa Timur

SISI namanya. Berusia 19 tahun. Anak seorang pengusaha terkenal di Malang dan pengurus salah satu cabang olahraga. Hampir setiap hari nama ayahnya muncul di surat kabar.

Gadis cantik, yang namanya minta dituliskan persis seperti yang tertera di KTP-nya, adalah salah satu ABG 'papan atas' di Malang. Bila 'turun' ke jalan, ia biasa disapa dengan nama Sisi.

Apa yang kau cari Sisi? "Biar ayah tahu kalau saya sekarang memilih profesi ini. Jual diri," katanya.

Secara sadar Sisi menyatakan harus melacur untuk membalas perlakuan

Saturday, August 29, 2009

Pelacur di SegiTiga Emas -Surabaya

Anak 'Bau Kencur' di Segi Tiga Emas Surabaya

GINCUNYA tidak terlalu tebal. Ia sepertinya baru belajar memakai pemerah bibir. Ia berusaha tersenyum sambil memainkan telunjuk kanannya yang ditempel di pipinya, ketika lampu mobil menyorot ke arahnya. Gadis 'bau kencur' itu mundur beberapa langkah begitu mobil berhenti di dekatnya. Dan posisinya diganti seorang pria.

Siapa pria itu. Jangan terlalu cemas, itu adalah 'negosiator'. Di kawasan yang terkenal dengan sebutan 'segi tiga emas' Surabaya, yaitu Jl Pemuda, Jl Tais Nasution, dan Jl Simpang Dukuh setiap malam pemandangan seperti itu merupakan hal biasa. Di kawasan itu, setiap hari mulai pukul 18.00 para ABG